Jumat, 04 Mei 2012

srintil industri

Srintil Industri Judul yang saya pakai ini terinspirasi dari film ‘sang penari’ yang nama tokohnya ‘Srintil’-nya diambil dari trilogy novel “Ronggeng Dukuh Paruk”tulisan Ahmad Tohari.Srintil adalah seorang perempuan-konon-ditakdirkan sebgai penari ronggeng. KALAU sudah disebut ronggeng,dia –penari itu-harus siap dan rela “buka kelambu”satu istilah yang mengacu pada hubungan seksual pembayar upeti tertinggi kepada dukun Ronggengnya.Tidak ada yang protes dengan ritual ini,bahkan istri istri yang suaminya bercinta dengan ronggeng itu,malah seperti mendapat kehormatan.menurut Tohari,didunia ini banyak karakter orang,bias menjadi pencuri pejabat,pelacur,artis maupun penari ronggeng. Lalu apa korelasinya dengan judul yang saya tulis diatas?budaya ronggeng sekarang sudah jelas mengalami modifikasi,karena kultur yang banyak bergerak mengikuti perkembangan zaman.secar linier,sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara sang penari [baca ronggeng]dengan sang penyanyi [dalam konteks kekinian]Diindustri music sekarang penyanyi [atau band]seringkali merasa ditakdirkan untuk menjadi sukses.merasa punya talenta,kemampuan dan akses,membuat mereka pongah dan percaya diri berlebih.padahal untuk sukses butuh sekedar takdir akses disana ada kerja keras dan perjuangan yang-mungkin saja berdarah darah.bukan hanya mengandalalkan materi bagus,skill hebat dan merasa cukup punya relasi,kemudian membabi buta maruk order meski kudu menyenggol sana sini. Lalu dimana saat kita “buka kelambu”? bagi musisi dan band ketika masuk dunia industry?Gambaran srintil,ronggeng yang berganti ganti pasangan itu dan bukan sebagai pelacur dunia menjadi ilustrasi utuh industry ini.dia hanya melayani bagi pembayar tertinggi yang di yakini akan memberikan kekuatan “LINUWIH”dan membuatnya tetap kukuh sebagai ronggeng yang disegani dan dipuja Musisi,penyanyi atau label terserah mayor minor atau indie-pastinya bukan srintil,ronggeng yang hanya melayani kepada pembayar tertinggi,tanpa memperhatikan realitas dan riset pasarnya mereka adalah pelayanan masyarakat yang membutuhkan kenikmatan musical mereka pelaku pelaku industry itu bukanlah ronggeng music yang melayani hanya untuk kenikmatan sekejab,kekuatan melayani itulah yang membuat manusia di area ini akan tetap kukuh diindustri music yang berdesakan ini.kalau hanya bersenang senang saja tanpa visi.kelak pasti akan muntah dan mati yang begitu saya menyebutnya srintil industry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar