Kamis, 24 Mei 2012
adaptasi agama dan sekulerisme
Agama mempunyai 9 nyawa begitu juga sekulerisme.ungkapan indah penuh makna itu saya dengar dari Goenawan MUHAMMAD dalam sebuah diskusi tentang masa depan sekulerime diteater utan kayu.minggu lalu.Ungkapan tersebut merupakan sebuaj bentuk optimisme dan saya kitra juga kritik terhadap 2 buah teori besar yang berkembang selama ini dalam sosiologi agama.
Teori pertama menyatakan bahwa dunia kita sedang menuju pada satu tititk ketika agama agama tradisional tak lagi punya tempat masa depan,umat manusia adalah masa sepan dunia sekuler,masa depan sekulerisme.teori ini didukung olehsosiolog besar barat seperti Weiber,Durkheim,Comte&Lukman.
Teori ke2 adalah respon dari teori pertama tersebut menyatakan bahwa tesis tentang sekulerisasi tak lagi bisa dipertahankan.Dunia kita bukannya sedang mengarah pada satu titik ketika agama menjalani kebangkitannya.Teoti tersebut dianut para sosiolog belakangan seperti Peter Berger,Rodney Stark&jose Cassanova.
Dengan demikian apakah teori klasik sekulerisasi benar benar telah mati masa depan dunia kita adalah masa depan agama bukan sekulerisme ungkapan yang dilontarkan Goenawan Muhammad saya kira menjawab soal itu baik agama dan sekulerisme sulit mati karena ke2nya mempunyai banyak nyawa
Pertanyaan,mengapa aganma begitu regar dan mampu bertahan dari serangan sekulerisme sejak2 abad belakangan?Jawaban yang tepat menurut saya agama telah begitu pandai memainkan perannya dalam berhadapan dengan dunia modern .agama ,mampu beradaptasi dengan produk2 moderintas termasuk sekulerisme maksudnya ada upaya2 proses terus menerus dari tokoh maupun penganut agama untuk menesuaiakan diri dengan situasi keadaan yang terus berubah yang diciptakan dunia kita yng sekuler.tak ada satu pun agama didunia ini yang mengku mempunyai ajaran universaltapi bersikap resisten terhadap perubahan bagi sebuah agama universal,sama artunya menolak karekter universalnya
Misalnya Islam,ia adalah agama universal yang mempunyai klaim agung sekali cocok untuk setiap masa dan keadaan(SALIH LI KULLI ZAMAN WA MAKAN)klaim itulah yang membuat yang membuat Isalam terua bertahan hingga sekarang ia akan selalu melihat perkembangan didunia luar(mencontohnya,mempelajarinya,lalu menirunya,MIMICRY).Produk peradaban dunia sekuler seperti sistem keuangan industri turisme dan kapitalisme media diamati dan dipelajari orang orang islam lalu ditiru dan diberi identitas keislaman menjadi ekonomi islam,bimbingan haji plus dan media islami.
Saya meyakini masa depan islam juga agama agama yang lain terletak pada sejauh mana ia bisa berinteraksi dan beradapatasi dengan sekulerisme terhadap dunia kiata yang semakin sekuler.
(RADEN NUSANTARA DANUR)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar