Kamis, 24 Mei 2012

hari gini masih korupsi apa kata dunia?

saat bulan maret 2010 sudah setengah jalan perusahaan,tempat saya bekerja mengumpulkan para karyawan.salah seorang sdari atasan saya hanya mengumumkan sembari mengingatkan untuk segera melaporkan diri perihal pajak pribadi dengan formulir SPT tahunan.Jujur saja,ini adalah pertama kalinya bagi saya ini Mengurus sendiri pajak dengan nomor wajib pajak dalam artian mengisi formulir pajak dengan nomor wajib pajak yang telah diurus setahun yang lalu.asal tau saja juga juga kartu NPWP yang saya miliki mulai setahun belakangan,selama ini hanya berguna sebagai kartu fiskal,jika berangkat keluar negeri sekaligus penghias dompet.dan akhirnya.dan akhirnya tahun ini sikartu wana kuning yang diatasnya bertuliskan *DIREKTORAT JENDRAL PAJAK*tersebut,berguna sesuai dengan fungsinya,mengisi formulir 1770 bersama dikantor membuat saya merasa menjadi warga negara yang baik,formulir yang bisa diunduh dari Internet,saya ambil sendiri dikantor pelayanan pajak kalau yang satu ini mungkin agak lebai.tapi semua itu saya jalani karena kebetulan posisi rumah tak jauh dari kantor pajak. rapi kok,sayangnya saat saya dan beberapa orang lainnya mungkin termasuk anda pembaca sedang semangat semangatnya mengurus pajak tiba tiba koran pagi memuat HEADLINE NEWS TENTANG MAKERLAR KASUS GAYUS TAMBUNAN ,betapa hebatnya manusia itu bisa memiliki25 milyar direkeningnya,yang lebih bombastisnya lagi Gayus bisa kabur keluar negeri dua hari setelah diintrograsi oleh satuan tugas SATGAS pemberantasan mafia hukum padahal dia baru saja dicekal.hebat euy ....kalau begini ceritanya siapakah yang lelet:PEMERINTAH (SEPERTI BIASANYA)DALAM MENGAMBIL TINDAKAN ATAU GAYUS YANG LEBIH CEPAT MENGAMBIL LANGKAH SERIBU? sambil menggerutu soal ini saya jadi berandai andai jika saya jadi gayus uang bermilyar milyar itu pastinya gak akan saya belikan rumah mewah seharga 1,3 milyar dan berbagai mobil mewah yang terpikir oleh saya adalah memikirkan bagaimana caranya membawa uang hasil korup tersebut keeropa (karena saya sangat suka kota kor disana hehhe) sebagai gayus pastinya saya punya banyak teman dikepolisian dan keemigrasian.jadi masalah bawa uang banyak keluar dari luar negeri nggak jadi masalah.tapi sebelum itu saya,anak saya pasti sudah ada disana duluan ,berbekal uang korupsi mereka mereka sudah saya jaminkan untuk sekolah disana kalau perlu saya tinggal disana selamanya ,sisa uang yang ada saya belikan rumah dijakarta yah yang wajaar wajar saja sesuai penghasilan sebagai karyawan golongan 3A yang katanya tidak lebih dari 2juta rupiah saja.ini juga hanya untuk berjaga jaga jika tertangkap dan masuk bui yang penting setelah keluar dari tahanan saya masih punya atap buat berteduh oh ya... behubung kasus ini masih disidangkan di Republic Indonesia artinya para jaksa hakim atau siapapun yang berwenang dipersidangan ini pastinya masih pejabat negara RI yang bisa dipasrikan juga kebanyakan masih suka uang sehingga kemungkinan untuk disuap masih sangat besar,jadi saya gak akan berlama lama dibui saya bisa menyogok semua pejabat disana untuk memberikan saya fasilitas ala hotel bintang lima by the way,kembali kekhayalan jika berhasil kabur keeropa kalau pasangans aya pintar dieropa sana pastinya akan mengirimkan saya tiket untuk menyusulnya dan anak anak.setelah saya berhasil kabur dari negara ini akhirnyasaya akan bebas dari kejaran .oh yah 25milyar khan banyak ya berarti saya masih punya banyak untuk opeasai wajah disana hmnmmmm.....udah ah mengkhayalnya karena lembar laporan pajak didepan mata ini harus saya isi dengan jujur susah juga untuk jadi warga negara yang baik,bayar pajak secara jujur takut uangnya dimakan oknum pajak.kalau kalau gak bayar pajak jadinya kok sama kaya gayus nggak ada bedanya ya? sama sama gak jujur biarlah gayus gayus yang lain tertangkap dan dihakimi saya hanya berpikir sederhana itu hidup mereka ini hidup saya masing masing akan mempertanggung jawabkan perbuatannya jadi yah bayar aja deh pajaknya khan slogannya ORANG B IJAK TAAT PAJAK,DAN BUAT GAYUS NESERTA TEMAN TEMANNYA HARI GINI MASIH KORUPSI APA KATA DUNIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar